"Gelang di tangan orang hendak dirampas tiada dapat, cincin di jari
sendiri terlucut hilang."
Begitulah pribahasa menggambarkan keadaan orang yang menyimpan rasa iri dan dengki.
Begitulah pribahasa menggambarkan keadaan orang yang menyimpan rasa iri dan dengki.
Harapan
ingin mendapatkan milik orang tak didapatkan, namun sesuatu yang menjadi milik
sendiri dikorbankan.
Karena sejatinya pendengki selalu rugi, tak ada keuntungan sedikitpun bagi pendengki.
Bahkan, gambaran pribahasa tersebut belum cukup menggambarkan total kerugian orang yang dialami orang yang terjangkiti penyakit iri dengki.
1. SELALU SAKIT HATI
Melihat tetangga beli perabot baru, ia menggunjing kesana kemari. Ia fitnah tetangganya dgn sesuatu yang tidak-tidak, padahal ia sendiri sebetulnya menginginkan perabot tsb. Maka giliran tetangga semakin jaya, ia pun semakin benci dgn kehidupan bertetangga.
Karena sejatinya pendengki selalu rugi, tak ada keuntungan sedikitpun bagi pendengki.
Bahkan, gambaran pribahasa tersebut belum cukup menggambarkan total kerugian orang yang dialami orang yang terjangkiti penyakit iri dengki.
1. SELALU SAKIT HATI
Melihat tetangga beli perabot baru, ia menggunjing kesana kemari. Ia fitnah tetangganya dgn sesuatu yang tidak-tidak, padahal ia sendiri sebetulnya menginginkan perabot tsb. Maka giliran tetangga semakin jaya, ia pun semakin benci dgn kehidupan bertetangga.
